TUMBUH DAN BERKEMBANG BERSAMA MASYARAKAT

TUMBUH DAN BERKEMBANG BERSAMA MASYARAKAT

SMF berkomitmen untuk turut serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya. Komitmen itu selaras dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang didalamnya mengatur ketentuan tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.

Perseroan melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan melalui Program Tanggungjawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), yang kegiatannya diwujudkan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Pelaksanaan PKBL akan membuat hubungan antara Perseroan dengan para pemangku kepentingan, terutama komunitas setempat dan masyarakat secara umum, menjadi lebih dekat dan lebih harmonis. Kami meyakini bahwa hubungan serupa itu akan sangat bermanfaat bagi keberlanjutan usaha SMF dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

Dalam merumuskan program PKBL, SMF berupaya semaksimal mungkin melibatkan pemangku kepentingan, seperti komunitas atau masyarakat, agar program yang dihadirkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Perseroan percaya, apabila program yang ada sesuai dengan kebutuhan, maka peluang keberhasilannya akan lebih tinggi, serta peran dan keterlibatan masyarakat akan lebih optimal. Selain bertujuan untuk mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat, keberadaan program-program tersebut diharapkan juga berkontribusi bagi kelestarian lingkungan.

Pada tahun 2017, seperti tahun-tahun sebelumnya, melalui program PKBL, SMF ingin berbagi manfaat dan menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat. Antara lain, kebutuhan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas, kemudahan akses pada fasilitas layanan kesehatan serta lingkungan yang tenang dan nyaman untuk tinggal dan beribadah. Sikap empati selalu kami tunjukkan dengan membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah bencana.

Di samping itu, fokus bisnis SMF untuk mengalirkan dana jangka panjang dari pasar modal ke sektor perumahan melalui penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) agar menambah percepatan volume KPR di Indonesia, secara tidak langsung membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat, terutama masyarakat menengah bawah, untuk memiliki rumah tinggal yang layak melalui fasilitas KPR yang terjangkau. (103-2)

RUMAH UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH [FS7]

Kebutuhan rumah di Indonesia terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk yang sudah mencapai 262 juta per Juli 2017, dengan laju pertumbuhan sebesar 1,49% per tahun. Pada tahun 2015, angka permintaan terhadap kebutuhan rumah hunian (backlog) masyarakat Indonesia mencapai 11,4 juta unit. Itu berarti, setidakya ada 11,4 juta anggota masyarakat, baik Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) maupun yang non-MBR yang menghuni rumah bukan milik sendiri. Selain itu, terdapat 3,4 juta unit rumah di Indonesia yang tidak layak untuk dihuni.

Memiliki rumah sebagai tempat tinggal bersama keluarga merupakan dambaan setiap orang. Tak terkecuali bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Melalui Program Sejuta Rumah yang diperkenalkan pada April 2015, pemerintah berupaya memudahkan MBR atau pekerja sektor non-formal untuk memperoleh akses memiliki rumah dengan menyediakan fasilitas KPR skema subsidi perumahan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Subsidi Selisih Bunga (SSB).

Walau fasilitas sudah disediakan, namun tak semua kalangan MBR bisa memiliki rumah. Hal itu tak lepas dari kendala yang mereka hadapi, khususnya MBR yang bekerja di sektor non-formal. Pekerja non-formal yang tidak memiliki penghasilan tetap dianggap tidak memenuhi persyaratan formal untuk mengajukan KPR FLPP ke bank (unbankable) meski mereka mampu untuk membayar cicilan.

Kondisi seperti itu membuat SMF tergerak untuk ikut mengambil peran. Perseroan yang selama ini bergerak di sektor pembiayaan sekunder perumahan yang tidak bersentuhan langsung dengan masyarakat berkomitmen untuk memperluas target penyaluran pinjaman KPR. Caranya, SMF mengeluarkan produk pembiayaan perumahan yang menyasar segmen kelompok MBR di luar segmentasi KPR perbankan, terutama yang tidak dapat dilayani oleh program FLPP. Produk memiliki suku bunga tetap untuk jangka waktu tertentu sehingga nilai kewajiban angsuran debitur lebih stabil. Dalam hal ini, SMF akan menjadi agen untuk menyalurkan KPR yang dinamakan “KPR Sejahtera SMF” ini kepada bank pembangunan daerah dan perusahaan pembiayaan. (103-2)

KPR Sejahtera SMF diluncurkan pada awal 2017 dengan menggandeng enam bank pembangunan daerah (BPD) yakni Bank Sumut, Bank Sulselbar, Bank Sultra, Bank NTT, Bank NTB, dan Bank Jateng. KPR Sejahtera SMF akan fokus pada pembangunan di luar Pulau Jawa dengan memproduksi rumah dengan nilai sekitar Rp300 juta. Suku bunga yang ditawarkan diupayakan sama dengan bunga KPR bank non-FLPP. Dalam perjalanannya, jumlah BPD yang terlibat dan menyalurkan produk KPR ini terus bertambah, yakni sebanyak 12 bank per 31 Desember 2017. (103-3)

Bagi SMF, kehadiran KPR Sejahtera SMF merupakan implementasi pelaksanaan misi Perseroan sebagai BUMN dibawah Kementerian Keuangan yang mengemban tugas dari pemerintah sebagai special mission vehicle untuk membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan. SMF berharap, kehadiran KPR Sejahtera SMF dapat memenuhi kebutuhan pasar pembiayaan primer perumahan akan produk KPR yang dapat memberikan kepastian angsuran bagi debiturnya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau bagi setiap keluarga Indonesia.

MENINGKATKAN AKSES KE LAYANAN KEUANGAN [FS14]

Sebagai pelaku usaha jasa keuangan (PUJK), SMF mendukung Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 01/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan. Melalui literasi keuangan, masyarakat akan mampu memilih dan memanfaatkan produk jasa keuangan yang sesuai kebutuhan, mampu melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik, serta terhindar dari aktivitas investasi instrumen keuangan yang tidak jelas. Semakin tinggi tingkat literasi keuangan masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk jasa keuangan.

Sebagai PUJK, SMF memiliki tanggung jawab dan kepentingan untuk mendukung program literasi keuangan yang diimplementasikan melalui program-program pendukung pasar primer perumahan. Untuk kepentingan pengembangan pasar primer, Perseroan telah mengaktifkan program KPR-SMF pada tahun 2017. Melalui program ini, Perseroan akan menghimpun KPR dengan kualitas baik dari sejumlah bank yang menjadi mitra untuk selanjutnya dilakukan sekuritisasi.

Untuk menopang keberhasilan program tersebut, pada tahun 2016, SMF telah mengeluarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) KPR SMF untuk BPD yang diserahkan kepada Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda). Sosialisasi berupa bimbingan mengenai bagaimana memiliki KPR yang sesuai dengan standar SMF pun terus dilakukan selama tahun 2017. (103-3)

Tak sekadar sosialisasi, SMF juga memberikan pendampingan kepada klien, terutama dalam rangka konsultansi. Langkah ini dilakukan karena produk usaha SMF tersebut belum banyak dipahami dengan baik oleh para pemangku kepentingan eksternal.

Selain pendampingan, sosialisasi juga dilakukan melalui kegiatan kuliah umum ke beberapa universitas untuk memberikan pemahaman bagi akademisi terutama kalangan dosen dan mahasiswa mengenai keberadaan SMF sebagai entitas di bawah Kementerian Keuangan RI yang memiliki misi mendukung program pemerintah meningkatkan kapasitas penyalur KPR agar masyarakat memiliki rumah yang layak dan terjangkau.

PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN [203-1, 413-1]

Salah satu tanggung jawab SMF terhadap pengembangan sosial kemasyarakatan diwujudkan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Program PKBL dijalankan mengacu pada Peraturan Menteri BUMN No. PER-09/MBU/07/2015 tanggal 3 Juli 2015 tentang Program Kemitraan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara.

Program PKBL yang terdiri dari Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan bertujuan untuk memberikan manfaat pengembangan masyarakat secara nyata terutama komunitas di sekitar wilayah usaha Perseroan. Pelaksanaan program PKBL diharapkan dapat membantu usaha pemerintah dalam meningkatkan kemandirian masyarakat, mengurangi jumlah pengangguran dan penduduk miskin yang pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (103-2)

Progam Kemitraan (PK) merupakan kegiatan penyaluran dana pinjaman bergulir dan dana pembinaan kemitraan kepada mitra binaan. Sasaran dari kegiatan ini adalah usaha kecil, dalam hal ini perorangan atau badan usaha dan koperasi yang mempunyai penjualan dan/atau omset per tahun setinggi-tingginya Rp1 miliar atau memiliki aktiva setinggi-tingginya Rp200 juta di luar tanah dan bangunan. Kepada mitra binaan juga diberikan bantuan pembinaan dalam bentuk pendidikan, pelatihan dan pemagangan untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan, manajemen dan ketrampilan teknis produksi serta penelitian dan pengkajian penyusunan studi pengembangan usaha.

Sementara itu, Program Bina Lingkungan (BL) merupakan program pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan dana BUMN yang ditujukan, terutama pada masyarakat sekitar lokasi operasional BUMN terkait.

Dalam melaksanakan Program BL, SMF menetapkan 7 (tujuh) sektor penyaluran yaitu:

  1. Bantuan bencana alam, baik berupa aksi tanggap darurat pada saat bencana alam terjadi dalam bentuk bantuan logistik, makanan, alat kesehatan dan obat-obatan, dan kegiatan pada fase pemulihan dan rekonstruksi berupa pembangunan sarana prasarana masyarakat korban bencana.
  2. Bantuan pendidikan dan pelatihan, berupa pembangunan/penyediaan sarana pendidikan, bantuan beasiswa, pelatihan kewirausahaan, dan program edukasi lainnya.
  3. Bantuan peningkatan kesehatan, berupa program pengobatan bagi masyarakat miskin untuk meningkatkan standar hidup sehat.
  4. Bantuan sarana umum/infrastruktur, berupa pengembangan prasarana dan/atau sarana umum, antara lain pembangunan sarana air bersih, rehabilitasi fasilitas sanitasi umum dan infrastruktur yang dapat membantu peningkatan pola hidup bersih dan sehat masyarakat.
  5. Bantuan sarana ibadah, berupa pembangunan sarana ibadah dan dukungan untuk kegiatan keagamaan.
  6. Bantuan pelestarian alam, berupa kegiatan pelestarian alam dan konservasi lingkungan (program penghijauan).
  7. Bantuan sosial kemasyarakatan, berupa dukungan terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan dan upaya pengentasan kemiskinan.

ORGANISASI PENGELOLA PKBL

Tim PKBL SMF diangkat oleh dan bertanggung jawab kepada Direksi. Pengelola PKBL tahun 2017 merupakan pengelola yang dibentuk berdasarkan SK Direksi No. S-010/SKD/DIR/SMF/IX/2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pengurus Tim Pengelola Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) tanggal 8 September 2016. Struktur organisasi Tim PKBL Tahun 2017 adalah sebagai berikut:

  1. Head                :  Bonai Subiakto
  2. Vice Head I      :  Wisaksono S. Nugroho
  3. Vice Head II     :  Achmad Basjarah
  4. Member           :  Arwan Sjachroni
  5. Member           :  Hutama Kumala S. B.
  6. Member           :  Arief Hidayat
  7. Member           :  Rangga Dasa C. Noor
  8. Member           :  Arry Pandowo
  9. Member           :  Sahrul Haetamy Ananto
  10. Member           :  Rizki Maulida
  11. Member           :  Mike Anggraini
  12. Member           :  Dhany R.
  13. Member           :  Aldino Adi S.

PELAKSANAAN PROGRAM KEMITRAAN

Dalam Program Kemitraan, SMF mengalokasikan pinjaman berbunga rendah untuk pembiayaan/perbaikan perumahan mikro dan kecil. Untuk menjaga efektivitas penyaluran dan mengoptimalkan tingkat pengembalian pinjaman, Perseroan bekerja sama dengan BUMN Penyalur yang ditunjuk. Walau demikian, terhitung sejak tahun 2014, SMF belum melaksanakan lagi kegiatan Program Kemitraan sesuai dengan arahan dari Pemegang Saham. Pada tahun 2017, Perseroan masih melanjutkan hasil keputusan RUPS yang diaktakan dengan No. 26 tanggal 21 Desember 2015, yakni persetujuan kegiatan PKBL seluruhnya dialokasikan untuk kegiatan Bina Lingkungan.

PELAKSANAAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN

Anggaran Kegiatan

Untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL), setiap awal tahun SMF menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (RKA PKBL) untuk disetujui oleh RUPS. Pada tahun 2017, anggaran PKBL yang seluruhnya dialokasikan untuk Program BL sebesar Rp1,5 miliar, naik 50% dibanding tahun 2016 sebesar Rp1 miliar. Dana sebesar itu dialokasikan untuk masing-masing sektor sebagai berikut: (103-3)

x

Rincian Realisasi Kegiatan

Sejalan dengan spirit keberlanjutan, sejak empat tahun terakhir, SMF berupaya merancang kegiatan PKBL/CSR yang tidak hanya bersifat chartity atau memberikan bantuan jangka pendek yang hanya memiliki manfaat sesaat. Untuk itu, Perseroan terus menghadirkan program-program yang mendukung kegiatan pengembangan potensi masyarakat atau pemberdayaan masyarakat. Secara bertahap, setiap program Bina Lingkungan yang dilaksanakan harus menjadi kegiatan yang memberi dampak jangka panjang dan berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan.

Rincian kegiatan PKBL/CSR selama tahun 2017 disajikan dalam tabel berikut: (103-3)

XX

X

X

X

X

X

X

X

X

TANGGUNG JAWAB KEPADA PELANGGAN

SMF bergerak di bidang pembiayaan sekunder perumahaan dimana pihak yang menjadi pelanggan Perseroan adalah korporasi yang bergerak di industri perbankan dan pembiayaan. Selain itu, Perseroan juga memiliki stakeholder lainnya, yaitu Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Keuangan, Kementerian PUPR, serta Perguruan Tinggi.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada seluruh stakeholder, Perseroan memberikan edukasi mengenai bisnis yang dijalankannya dengan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

XSelain itu, Perseroan juga melakukan sosialisasi kepada media, dengan rincian sebagai berikut:

X

INFORMASI PRODUK

Untuk menginformasikan ragam produk dan layanan secara lengkap Perseroan melakukan antara lain:

  1. Pengembangan website Perseroan, yaitu www.smf-indonesia.co.id. Informasi produk dan layanan diperbaharui secara berkesinambungan.
  2. Publikasi mengenai produk dalam media cetak dan media elektronik.
  3. Kunjungan secara langsung kepada konsumen untuk menerangkan tentang Perseroan dan produk produknya.
  4. Pameran-pameran yang diikuti oleh Perseroan.

SARANA, JUMLAH DAN PENANGGULANGAN ATAS PENGADUAN KONSUMEN

Sebagai bagian dari upaya Perlindungan Konsumen, Perseroan menyediakan saluran untuk menyampaikan keluhan yang dapat ditujukan kepada:

Sekretaris Perusahan.
Grha SMF, Jl. Panglima Polim I No 1, Melawai, Kebayoran Baru,
Jakarta Selatan 12160
Tel.: + 62-21 2700 400
Fax.: + 62-21 2701 400
Email: info@smfindonesia.co.id
Website: www.smf-indonesia.co.id
Selama tahun 2017 tidak ada pengaduan yang diterima oleh Perseroan.

X

97
SMF
Laporan Berkelanjutan 2017