PELIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN

PELIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN

SMF mendefinisikan pemangku kepentingan sebagai entitas atau individu yang terpengaruh oleh kegiatan, produk, dan jasa Perseroan. Di sisi lain, keberadaan mereka mempengaruhi Perseroan dalam mewujudkan keberhasilan penerapan strategi dan pencapaian tujuan.

Pelibatan pemangku kepentingan diarahkan pada kepentingan usaha Perseroan dengan memperhatikan tanggung jawab sosial perusahaan, kepedulian terhadap masalah-masalah lingkungan serta memperhatikan skala prioritas dalam membangun komunikasi dengan berbagai mitra strategis.

Proses pelibatan pemangku kepentingan mencakup upaya Perseroan untuk memenuhi harapan dari setiap pemangku kepentingan dengan menggunakan sumber daya yang dimiliki, dengan cara yang tepat, dapat dipertanggungjawabkan dan tidak melebihi ketentuan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

IDENTIFIKASI KELOMPOK PEMANGKU KEPENTINGAN

Kami telah mengidentifikasi kelompok pemangku kepentingan utama Perseroan, berdasarkan hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi, aktif dan responsif, antara kelompok-kelompok tersebut dengan Perseroan. Salah satu dasar pemilihan pemangku kepentingan utama adalah bobot pengaruh dan intensitas pelibatan pemangku kepentingan tersebut dalam setiap proses bisnis Perseroan. (102-42)

Berdasarkan identifikasi tersebut, kelompok pemangku kepentingan SMF disajikan dalam tabel berikut:

X

X

X

Pemegang Saham

SMF adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dimana 100% sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang diwakili oleh Menteri Keuangan RI selaku Kuasa Pemegang Saham, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 75 tahun 2011 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 2005 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pembiayaan Sekunder Perumahan. Oleh karena itu, Menteri Keuangan dalam kedudukannya sebagai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) memiliki wewenang penuh untuk mengangkat/memberhentikan anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta menyetujui strategi perusahaan jangka pendek dan jangka panjang.

Pemegang Saham memiliki kepentingan langsung dengan Perseroan melalui investasi kepemilikan saham atau modal yang ditanamkannya. Dengan demikian, Pemegang Saham sangat berkepentingan atas kinerja operasional dan keuangan Perseroan.

Interaksi dengan Pemegang Saham sedikitnya dilakukan dua kali dalam setahun yaitu dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan. Pada RUPS Tahunan, Perseroan melaporkan pencapaian kinerja perusahaan secara keseluruhan, mengajukan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) untuk satu tahun ke depan, dan rencana jangka panjang perusahaan untuk 5 (lima) tahun mendatang (RJPP). Melalui pembahasan pokok agenda rapat, pemegang saham dapat menyetujui usulan-usulan dari manajemen yang dibahas melalui RUPS, serta memberikan arahan atas perkembangan dan kebijakan strategis perusahaan.

Regulator

Sebagai lembaga keuangan non-bank, Perseroan wajib mematuhi peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator, terkait pengaturan dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan Perseroan di sektor jasa keuangan. Sebaliknya, OJK memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, perlindungan konsumen dan tindakan lain terhadap Perseroan serta menetapkan sanksi administratif bila terbukti melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Dalam hal Perseroan akan menerbitkan surat utang melalui penawaran umum (obligasi), maka obligasi tersebut didaftarkan di OJK dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta diadministrasikan di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Investor

Keberadaan investor memiliki peran strategis untuk mendukung kegiatan usaha Perseroan yang membutuhkan dukungan keuangan yang tidak dapat sepenuhnya diperoleh dari ekuitas Perseroan. Dalam proses bisnis Perseroan, setelah memberikan fasilitas pinjaman jangka menengah/panjang kepada bank dan/atau lembaga penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan menggunakan ekuitas terlebih dahulu, selanjutnya Perseroan harus menghimpun dana dari investor atau masyarakat melalui penerbitan Surat Utang sehingga terjadi kesinambungan dalam penyalurannya.

Secara intensif Perseroan mengadakan pendekatan kepada para investor potensial seperti perusahaan asuransi dan dana pensiun yang mau berinvestasi dalam efek berbasis KPR (dengan underlying hak tagih KPR) yang diterbitkan dari transaksi sekuritisasi. Perseroan menyelenggarakan kegiatan investor gathering dan sosialisasi produk/temu analis untuk memaparkan mengenai program-program dan kinerja Perseroan.

Karyawan

Karyawan adalah pemangku kepentingan internal sekaligus aset penting SMF. Perseroan berupaya menyelenggarakan sistem pengelolaan SDM yang mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan Perseroan untuk mencapai kinerja optimal dan harapan karyawan untuk memperoleh remunerasi yang baik serta jenjang karir yang jelas dan adil. Semua upaya tersebut dilakukan secara seimbang, demi tercapainya seluruh program operasional secara efektif dan efisien untuk menjamin pertumbuhan usaha secara keberlanjutan.

Interaksi karyawan dengan manajemen maupun dengan sesama karyawan dibangun baik di dalam lingkungan kerja maupun dalam forum-forum informal. Pertemuan bulanan antara karyawan dengan Direksi diadakan secara berkala sebagai forum diskusi mengenai kinerja Perseroan, isu-isu ketenagakerjaan ataupun penyampaian aspirasi. Bagi karyawan juga disediakan program KMS (Knowledge Management System) yang menjadi media komunikasi yang sangat efektif dan dimanfaatkan secara optimal oleh karyawan.

Bank/Lembaga Penyalur KPR

Sesuai Peraturan Presiden No. 1/2008 juncto No. 19/2005, Perseroan memberikan pinjaman jangka menengah/panjang kepada lembaga penyalur kredit pembiayaan perumahan. Pendanaan awal bersumber dari ekuitas Perseroan, untuk kemudian digantikan dengan dana dari hasil penerbitan surat utang.

Dalam hal ini, lembaga perbankan dan lembaga keuangan yang mempunyai program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dimana Perseroan akan memberikan pinjaman untuk Repo KPR maupun pinjaman untuk refinancing KPR adalah pelanggan/customer yang harus diberikan pelayanan terbaik sesuai dengan standar yang ditetapkan dan harapan pelanggan. Untuk itu berbagai upaya telah dan akan dilakukan Perseroanuntuk meningkatkan pelayanan dan kepuasan pelanggan.

Hingga tahun 2017, tercatat ada 17 institusi keuangan yang mendapatkan penyaluran pinjaman. Institusi tersebut terdiri atas satu bank umum, dua bank syariah, 12 BPD, dan dua perusahaan pembiayaan.

Media

SMF sangat memahami pentingnya peranan media dalam penyebaran informasi kepada masyarakat. Secara intensif Perseroan membina komunikasi dengan media untuk membantu kami mempublikasikan kegiatan usaha Perseroan secara luas. Sebaliknya, media pun membutuhkan informasi resmi, lengkap dan akurat mengenai kinerja Perseroan yang dibutuhkan pada pemangku kepentingan. Dengan demikian, terdapat sinergi positif antara Perseroan dengan media.

Perseroan menyelenggarakan kegiatan bersama media berupa konferensi pers, media visit dan media gathering yang bertujuan untuk mempererat hubungan dengan media khususnya wartawan dan menyampaikan berbagai informasi yang perlu diketahui publik.

Masyarakat

Sebagai BUMN, SMF tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga berkewajiban untuk mewujudkan 3 (tiga) pilar utama pembangunan (triple tracks) yaitu: pengurangan jumlah pengangguran (pro-job), pengurangan jumlah penduduk miskin (pro–poor) dan peningkatan pertumbuhan ekonomi (pro-growth) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang diselaraskan dengan potensi yang dimiliki masyarakat setempat. PKBL merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada para pemangku kepentingan, baik internal (pemegang saham, manajemen dan karyawan) maupun eksternal (masyarakat penerima manfaat).

Kegiatan PKBL Perseroan dimulai sejak tahun 2010 dengan pelaksanaan program BL diutamakan pada kegiatan yang berkaitan dengan sektor perumahan, seperti pembangunan MCK, renovasi sekolah serta pembangunan sarana/prasarana umum dan keagamaan. Perseroan juga melakukan pembangunan manusia, seperti program pemberian beasiswa pendidikan untuk anak-anak yatim dan kurang mampu, pemberian bantuan gizi dan kesehatan, pemberian bantuan untuk korban bencana alam, pelaksanaan pendidikan/edukasi tentang Pola Hidup Bersih & Sehat (PHBS), pendidikan psikologis bagi anak jalanan secara berkelanjutan serta program-program non-fisik lainnya.

Perseroan juga aktif memberikan edukasi bagi para mahasiswa mengenai instrumen pasar modal termasuk memperkenalkan produk baru Perseroan yaitu Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP). Edukasi berupa kuliah umum dilaksanakan di beberapa fakultas ekonomi perguruan tinggi negeri.

59
SMF
Laporan Berkelanjutan 2017