TENTANG LAPORAN INI

TENTANG LAPORAN INI

x

Pembaca yang budiman

Selamat bertemu kembali dengan Laporan Keberlanjutan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), yang selanjutnya di dalam laporan ini direpresentasikan dengan istilah “SMF”, “Perseroan”, ataupun “kami”. Laporan Keberlanjutan ini merupakan laporan ke-4 yang diterbitkan oleh SMF. Laporan sebelumnya terbit pada April 2017. (102-51)

Kami berkomitmen untuk menerbitkan Laporan Keberlanjutan setiap tahun, bersamaan dengan Laporan Tahunan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). Walau terbit terpisah, namun antara keduanya saling melengkapi. Laporan ini berisi tentang kinerja keberlanjutan Perseroan di bidang ekonomi, sosial dan lingkungan dengan periode pelaporan 1 Januari-31 Desember 2017. Hingga akhir tahun 2017, SMF tidak memiliki anak perusahaan maupun perusahaan asosiasi serta bukan merupakan bagian dari entitas usaha lain. (102-45, 102-50, 102-52)

SMF menerbitkan Laporan sebagai bagian dari penegakan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, yakni Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Fairness (Kewajaran). Penerbitan Laporan juga merupakan upaya SMF memenuhi ketentuan Pasal 66 ayat 2c, Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT), yang mewajibkan Perseroan menyampaikan laporan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam Laporan Tahunan.

Data keuangan dalam Laporan ini menggunakan nominasi Rupiah, kecuali diindikasikan lain. Data mengenai kinerja keuangan dalam Laporan ini merujuk pada Neraca yang sudah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik untuk keperluan Laporan Tahunan Perseroan. Laporan dibuat dalam dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Data kuantitatif dalam Laporan ini disajikan dengan menggunakan prinsip daya  banding (comparability), minimal dalam dua tahun berturut- turut. Dengan demikian, pengguna Laporan dapat melakukan analisis tren ihwal kinerja Perseroan.

Dalam Laporan ini, ada beberapa pernyataan ulang yang bersifat memperbaiki laporan sebelumnya. Perbaikan kami lakukan sebagai upaya untuk menyesuaikan dengan penggunaan standar penulisan yang baru, yakni Standar GRI (GRI Standards). Untuk bagian yang berisi pernyataan ulang, kami memberi keterangan: *disajikan ulang. Selain itu, kami juga melakukan penyesuaian dalam daftar Topik Material dan Batasan Topik. (102-48, 102-49)

GRI merekomendasikan penggunaan external assurance oleh pihak ketiga yang independen untuk memastikan kualitas dan kehandalan informasi yang disampaikan di laporan ini. Namun hal itu bukanlah persyaratan agar dapat “sesuai” dengan Pedoman. Atas pertimbangan tertentu dari manajemen, kami belum melakukan penjaminan dari pihak ketiga yang independen. Namun demikian, Perseroan menjamin kebenaran atas seluruh informasi yang disampaikan dalam Laporan ini. (102-56)

Perseroan berharap laporan ini bisa menjadi sumber informasi bagi para pemangku kepentingan untuk mengetahui ihwal kinerja keberlanjutan yang dilakukan Perseroan selama 2017. Kami berharap Laporan ini bisa menjadi rujukan bagi segenap pemangku kepentingan untuk mengetahui pelaksanaan kinerja keberlanjutan SMF. Selain edisi cetak, Laporan yang sama dapat diakses melalui situs perusahaan http://www.smf-indonesia.co.id.

PEDOMAN DAN STANDAR PELAPORAN

Seiring dengan mulai berlakunya Standar GRI (GRI Standards) per 1 Juli 2018, sekaligus tidak berlakunya GRI G4, maka Perseroan mengadopsi standar terbaru tersebut dalam penulisan Laporan ini. Standar GRI adalah rujukan yang dikeluarkan oleh Global Sustainability Standards Board (GSSB) – lembaga yang dibentuk oleh Global Reporting Initiative (GRI) untuk menangani pengembangan standar laporan keberlanjutan. Seusai dengan pilihan yang disediakan dalam Standar GRI, yakni Pilihan Inti dan Pilihan Komprehensif, Laporan ini telah disiapkan sesuai dengan Standar GRI: Pilihan Inti (Core). (102-54)

Kami berusaha untuk menyampaikan semua informasi yang perlu diungkapkan, seperti ditentukan dalam Standar GRI. Semua informasi yang terpenuhi dalam laporan ini ditandai dengan pencantuman angka pengungkapan Standar GRI di belakang kalimat atau alinea yang relevan. Data lengkap kecocokan informasi Perseroan dengan Indeks Standar GRI disajikan di bagian belakang laporan ini, dimulai pada halaman 139. (102-55)

PROSES PENETAPAN ISI LAPORAN (102-46)

Dalam menetapkan topik dan isi Laporan ini kami menggunakan 4 (empat) langkah yang disebutkan GRI, yaitu:

  1. Mengidentifikasikan aspek-aspek yang material danboundary (Langkah Identifikasi);
  2. Membuat prioritas atas aspek-aspek yang telah diidentifikasi pada langkah sebelumnya (Langkah Prioritas);
  3. Melakukan validasi atas aspek-aspek material tersebut (Langkah Validasi);
  4. Melakukan review atas Laporan setelah diterbitkan guna meningkatkan kualitas Laporan tahun berikutnya (Langkah Review).

Prinsip penetapan konten Laporan ini didasarkan pada 4 (empat) prinsip GRI, yaitu:

  1. Stakeholders inclusiveness (pelibatan Pemangku Kepentingan), yaitu melibatkan Pemangku Kepentingan dalam penentuan aspek material yang diungkapkan dalam Laporan ini;
  2. Materiality (materialitas), diterapkan dalam Laporan ini dengan memilih konten Laporan yang bersifat aspek-aspek yang material, yang diperlukan oleh Pemangku Kepentingan;
  3. Sustainability context (konteks keberlanjutan) yang merupakan aspek-aspek yang terkait dengan konteks keberlanjutan, yang relevan bagi pembuat Laporan dalam membuat keputusan; dan
  4. Completeness (kelengkapan), yaitu Laporan ini dibuat dengan ruang lingkup yang jelas untuk periode Laporan 2017 serta didukung dengan data yang lengkap.

Keempat langkah dalam menetapkan konten Laporan  digambarkan dalam Bagan Alur Proses Penentapan Konten Laporan berikut ini.

Bagan Alur Proses Penetapan Konten Laporan:

x

DAFTAR TOPIK MATERIAL DAN BATASAN (102-47)

Topik material dalam Laporan ini, seperti disebutkan dalam Standar GRI, adalah topik-topik yang telah diprioritaskan oleh organisasi untuk dicantumkan dalam laporan. Dimensi yang digunakan untuk menentukan prioritas, antara lain, adalah dampak bagi ekonomi, lingkungan, dan sosial. Dampak dalam Laporan ini termasuk di dalamnya yang bernilai positif. Penetapan aspek material dan boundary didasarkan pada isu-isu yang berpengaruh signifikan bagi Perseroan, anak perusahaan serta seluruh Pemangku Kepentingan.

Untuk menentukan topik material, kami melakukan pengkajian ulang aspek material penerbitan sebelumnya, kemudian menetapkan topik-topik material yang dinilai masih relevan dengan kondisi tahun 2017. Berdasarkan proses tersebut, topik material yang disepakati untuk Laporan Keberlanjutan tahun 2017 adalah sebagai berikut:

Aspek Material dan Boundary terhadap Cakupan Usaha SMF

xx

UMPAN BALIK

Untuk terwujudnya komunikasi dua arah, kami menyediakan Lembar Umpan Balik di bagian akhir Laporan ini. Kepada para pemangku kepentingan Perseroan: karyawan, pelanggan, pemegang saham dan pihak-pihak terkait lainnya, kami mengundang Anda untuk menyampaikan saran, masukan dan pertanyaan atas data dan informasi yang disajikan dalam laporan ini sehingga kami dapat meningkatkan kualitas laporan dan kinerja keberlanjutan kami di masa mendatang.

AKSES INFORMASI ATAS LAPORAN KEBERLANJUTAN

SMF memberikan akses informasi seluas-luasnya bagi seluruh pemangku kepentingan, serta masyarakat untuk mengakses Laporan Keberlanjutan ini. Apabila ada pertanyaan terhadap isi Laporan, mohon menghubungi:(102-53)

Corporate Secretary
PT Sarana Multigriya Finansial
Grha SMF
Jalan Panglima Polim I No.1, Melawai
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12160
Telp: (021) 2700400
Fax: (021) 2701400
E-mail: corsec@smf-indonesia.co.id
Website: www.smf-indonesia.co.id

19
SMF
Laporan Berkelanjutan 2017