FOKUS MEWUJUDKAN LINGKUNGAN KERJA SEHAT DAN AMAN

FOKUS MEWUJUDKAN LINGKUNGAN KERJA SEHAT DAN AMAN

SMF berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada seluruh karyawan dengan menyelenggarakan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Upaya tersebut menjadi salah satu fokus Perseroan karena kami meyakini bahwa terpenuhinya K3 akan sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas kerja. Oleh karena itu, Perseroan berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan angka kecelakaan kerja nol atau zero accident.

Upaya mewujudkan K3 kian menemukan nilai penting karena bahaya yang disebabkan oleh faktor bencana, lingkungan penggunaan gedung/area kerja, penggunaan fasilitas/bahan penunjang kerja, penggunaan alat penunjang kerja gedung, dan/atau penggunaan listrik dapat menyebabkan kerugian serta mengganggu kesehatan dan keselamatan kerja. Untuk meminimalisasi potensi bahaya tersebut, Perseroan telah menetapkan kebijakan K3 yang dituangkan dalam bentuk pedoman. (103-2)

TIM PENGELOLA K3

Perseroan membentuk Tim Pengelola K3 melalui SKD-030/K3/SMF/III/2015 yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota, berdasarkan pada kemampuan yang sesuai dengan penempatan personel. Struktur Tim Pengelola K3 adalah sebagai berikut: [403-1]

  1. Ketua               :  Tim Sekretaris Perusahaan
  2. Sekretaris        :  Kepala Divisi yang membawahi SDM & Umum
  3. Anggota           :  KepalaDivisi yang membawahi Akuntansi & Pelaporan
  4. Anggota           :  Kepala Bagian yang membawahi Umum & Pengelola Gedung
  5. Anggota           :  Sekuriti 1
  6. Anggota           :  Sekuriti 2
  7. Anggota           :  Sekuriti 3

Tugas dan fungsi Tim Pengelola K3 antara lain:

  1. Menyusun rencana program dan anggaran K3 untuk setiap tahun anggaran.
  2. Mengkoordinasikan pelaksanaan operasionalisasi program K3 dengan unit-unit kerja terkait.
  3. Bekerja sama dengan Divisi SDM & Umum dalam melaksanakan program pemahaman dan sosialisasi program K3.
  4. Bekerja sama dengan Divisi SDM & Umum serta Divisi Manajemen Risiko & Kepatuhan dalam melaksanakan koordinasi pemeriksaan pemenuhan standar-standar K3 secara  periodik.
  5. Menyusun dan memutakhirkan pedoman K3 yang digunakan untuk menerjemahkan kebijakan dan prosedur yang berlaku berkaitan dengan aspek-aspek K3 yang diterapkan.
  6. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap kondisi K3 serta memberikan masukan/usulan perbaikan kebijakan & prosedur yang diperlukan penambahan & pengaturan peralatan penunjang K3 dan pemutakhiran pemahaman K3 berdasarkan perkembangan teknologi yang tersedia.
  7. Apabila terjadi kondisi bencana maka Tim Pengelola K3 akan bertindak sebagai petugas penghubung dengan aparat Badan Nasional Pengelola Bencana (BNPB) ataupun dengan aparat Pemadam Kebakaran.
  8. Melaporkan pertanggungjawaban pengelolaan K3 paling lambat dalam 1 (satu) bulan setelah masa tugas berakhir.

Pada tahun 2017, Tim Pengelola K3 mengikuti pelatihan-pelatihan K3 sebagai berikut:

  1. Sertifikasi peralatan MEP
  2. Pelatihan K3 Umum

Kebijakan perusahaan terkait kesehatan dan keselamatan karyawan, seperti diatur dalam Bab I Pedoman pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja pada poin 3 (103-3) [403-4]

  1. Program Kesehatan Karyawan
    • Perseroan menyediakan fasilitas kesehatan yang komprehensif untuk karyawan dan anggota keluarganya mencakup mencakup fasilitas kesehatan preventif dan kuratif, seperti:
      • Tunjangan rawat jalan, rawat inap dan persalinan.
      • Tunjangan perawatan gigi, kaca mata, perawatan gigi dan bantuan alat pendengaran (hearing aid) khusus untuk karyawan.
      • Pemeriksaan kesehatan tahunan (medical check-up) dengan pemeriksaan pap-smear untuk wanita dan pemeriksaan kadar PSA (prostate specific antigen) untuk pria. Untuk karyawan di bawah usia 40 tahun pemeriksaan dilakukan 2 (dua) tahun sekali dan untuk yang berusia di atas 40 tahun dilakukan setahun sekali.
    • Kebijakan kesehatan ini bertujuan untuk memastikan kondisi kesehatan karyawan tetap prima sehingga membawa dampak positif bagi karyawan dan keluarganya.
    • Dalam rangka mendukung program Pemerintah dalam layanan kesehatan, Perseroan mendaftarkan seluruh karyawan dan anggota keluarganya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Kepersertaan BPJS Kesehatan dilakukan secara kolektif dengan jumlah maksimal peserta keluarga karyawan sebanyak 5 (lima) orang termasuk karyawan.
    • Pada tahun 2017, jumlah karyawan yang memanfaatkan fasilitas kesehatan karyawan tercatat sebanyak 62 orang. Adapun anggaran yang dikeluarkan Perseroan untuk membiayai berbagai tunjangan kesehatan karyawan selama tahun pelaporan terbilang sebesar Rp698 juta.
  2. Keselamatan Kerja
    • Dalam upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman di gedung/kantor Perseroan, penataan ruang kerja dilakukan dengan mengacu kepada beberapa hal, yaitu:
      • Kelengkapan dan kelayakan sarana dan lingkungan kerja.
      • Kebersihan lingkungan kerja.
      • Sertifikasi bagi alat-alat kelengkapan gedung untuk memastikan kelayakan pakai dan pemeliharaannya.
    • Secara rutin Tim Pengelola K3 mengkoordinasikan latihan/simulasi bahaya kebakaran termasuk penyuluhan mengenai pencegahan risiko kebakaran.

AUDIT KEPATUHAN TERHADAP STANDAR KESELAMATAN DAN KEAMANAN

Berdasarkan kebijakan penerapan kepatuhan yang ditetapkan dan telah diperbaharui pada tanggal 3 Agustus 2015, Divisi Manajemen Risiko & Kepatuhan telah melakukan pemeriksaan kepatuhan periode Januari sampai dengan bulan Desember 2017. Salah satu prioritas aktivitas pemeriksaan kepatuhan adalah kepatuhan terhadap standar keselamatan dan keamanan di gedung kantor Perseroan.

Pemeriksaan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan keamanan, mencakup aspek-aspek sebagai berikut: (419-1)

x

x

139
SMF
Laporan Berkelanjutan 2017