LAPORAN DIREKSI

LAPORAN DIREKSI

x

Para Pemangku Kepentingan yang Terhormat, 102-14

Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadiran Tuhan yang Maha Esa. Sebab, atas perkenan dan kuasa-Nya, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dapat melalui tahun 2017 dengan pencapaian kinerja yang memuaskan.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, atas nama Direksi, izinkan kami menyampaikan Laporan Keberlanjutan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) 2017. Kami menerbitkan Laporan ini sebagai bagian dari penegakan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, yakni Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Fairness (Kewajaran). Penerbitan Laporan juga merupakan upaya Perseroan memenuhi ketentuan Pasal 66 ayat 2c, Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (PT), yang mewajibkanPerseroan menyampaikan laporan pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dalam Laporan Tahunan.

Seiring dengan mulai berlakunya Standar GRI (GRI Standards) per 1 Juli 2018, sekaligus tidak berlakunya GRI G4, maka SMF dalam Laporan ini mengadopsi standar terbaru tersebut dalam penulisan Laporan ini. Standar GRI adalah rujukan yang dikeluarkan oleh Global Sustainability Standards Board (GSBB) – lembaga yang dibentuk oleh Global Reporting Initiative (GRI) untuk menangani pengembangan standar laporan keberlanjutan. Seusai dengan pilihan yang disediakan dalam Standar GRI, yakni Pilihan Inti dan Pilihan Komprehensif, Laporan ini telah disiapkan sesuai dengan Standar GRI: Pilihan Inti (Core).

BERKHIDMAT MEWUJUDKAN KEPEMILIKAN RUMAH

Kepemilikan rumah merupakan kebutuhan asasi bagi setiap orang. Dengan memiliki rumah, mereka bisa berlindung dari berbagai ancaman, memberikan rasa aman dan nyaman, serta bisa menikmati kehidupan, beristirahat, bersuka cita, atau mengerjakan berbagai hal produktif.

Bagi mereka yang memiliki penghasilan cukup, memiliki rumah tak menjadi masalah. Namun, tak demikian halnya dengan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Oleh karena penghasilannya terbatas, mereka lebih memprioritaskan penghasilannya untuk kebutuhan yang lain, terutama sandang dan pangan (makan). Ketiadaan sumber dana membuat mereka tak lagi menjadikan kepemilikan rumah sebagai prioritas. Kondisi tersebut membuat backlog di Indonesia masih tinggi.

Guna menjawab kekurangan jumlah rumah dan mengatasi backlog, maka SMF menawarkan sistem pembiayaan perumahan sekunder yang menghubungkan sektor perumahan dengan pasar modal melalui efek beragun aset maupun obligasi. Pihak-pihak yang terlibat tak perlu khawatir karena praktik tersebut berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

SMF terus mengkampanyekan sistem pembiayaan yang dikembangkan, termasuk terus mendorong agar lebih banyak lagi bank untuk ikut berpartisipasi dalam KPR. Kampanye yang dilakukan SMF tak lepas dari misi awal pendirian perusahaan ini, yakni membangun dan mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan untuk meningkatkan kapasitas dan kesinambungan pembiayaan perumahan yang terjangkau oleh masyarakat.

Sasaran utama SMF adalah sektor perbankan, yaitu bank konvensional, bank syariah, dan bank pembangunan daerah, terutama bank yang memiliki portofolio dalam jumlah besar atau yang ingin mengembangkan nilai portofolio Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Selain itu, SMF juga mendorong dan membina perusahaan pembiayaan yang belum menyalurkan KPR untuk ikut berperan serta sebagai penyalur KPR.

STRATEGI USAHA

Untuk memperkuat pasar pembiayaan sekunder, pada tahun 2017, SMF mengintensifkan kerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) karena terdapat potensi besar yang dimiliki oleh BPD untuk memberikan pembiayaan perumahan, khususnya kepada masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Hingga akhir tahun 2017, hampir semua Bank Pembangunan Daerah di Indonesia, yakni 26 bank, telah menandatangani nota kesepahaman dengan SMF. Dari jumlah itu, sebanyak 12 BPD telah melakukan transaksi dengan Perseroan. Langkah konkrit atas jalinan kerjasama ini adalah SMF telah meluncurkan Program KPR BPD dengan menggandeng pula Kementerian PUPR dan Asbanda.

Selain menggandeng BPD, pada tahun 2017, Perseroan juga mulai melaksanakan pilot project pengembangan program KPR SMF dengan menggandeng beberapa perusahaan multifinance. KPR SMF merupakan produk yang ditujukan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap kredit kepemilikan rumah yang disalurkan melalui multifinance yang bekerjasama dengan SMF. KPR SMF menawarkan suku bunga tetap untuk jangka waktu tertentu sehingga nilai kewajiban angsuran debitur lebih stabil.

KPR SMF merupakan bentuk implementasi dari pelaksanaan misi SMF sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan, yang mengemban tugas dari Pemerintah sebagai special mission vehicle untuk membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan. Hingga akhir tahun 2017, perusahaan multifinance yang telah bekerjasama dan melakukan transaksi dengan SMF sebanyak dua buah.

KINERJA EKONOMI

SMF menerbitkan surat utang sebagai bagian dari upayapengelolan likuitas Perseroan untuk menjalankan amanatPeraturan Presiden No. 1/2008 juncto No. 19/2005, yangterakhir diubah dengan Perpres No. 101/2016 tentang Pembiayaan Sekunder Perumahan. Sepanjang 2017, Perseroan telah menerbitkan surat utang sebesar Rp4,18 triliun untuk pengembangan pasar pembiayaan sekunder perumahan melalui penyaluran pinjaman kepada penyalur KPR di pasar primer. Kegiatan usaha ini akan mendorong makin banyaknya penyalur KPR yang memiliki portofolio KPR yang kelak dapat di sekuritisasi.

Selain menerbitkan surat utang, SMF juga berupaya mendorong pertumbuhan KPR dengan menyalurkan fasilitas likuiditas dalam bentuk program pinjaman kepada lembaga penyalur KPR dengan menggunakan portofolio kredit yang sudah dimiliki oleh lembaga keuangan penyalur KPR sebagai agunan. Program ini sudah dijalankan Perseroan sejak 2006.

Untuk meningkatkan nilai penyaluran pinjaman, SMF secara intensif melakukan pendekatan kepada bank syariah. Pembiayaan jangka menengah atau panjang yang ditawarkan Perseroan dinilai sesuai dengan kebutuhan pendanaan bank syariah untuk penyaluran KPR Syariah. Nilai pembiayaan yang disalurkan Perseroan kepada perbankan syariah pada 2017 mencapai Rp1,80 triliun atau 24,86% dari total penyaluran pinjaman tahun 2017 sebesar Rp7,24 triliun. Sedangkan pembiayaan melalui bank umum/konvensional mencapai Rp4,3 triliun.

Akumulasi penyaluran pinjaman yang diberikan Perseroan dari 2011 sampai dengan tahun 2017 mencapai sebesar Rp24,42 triliun. Sedangkan realisasi penyaluran pinjaman pada tahun 2017 mencapai Rp7,24 triliun, yang disalurkan kepada penyalur KPR yang terdiri dari bank umum, Bank Pembangunan Daerah (BPD), bank syariah dan perusahaan pembiayaan. Untuk penyaluran pinjaman melalui BPD tercatat Rp1,14 triliun, sedangkan melalui perusahaan pembiayaan sebesar Rp1,54 miliar.

Pada 2017, program penyaluran pinjaman memberikan kontribusi sebesar 73,82% atau sebesar Rp870,26 miliar terhadap total pendapatan Perseroan sebesar Rp1,18 triliun. Dibandingkan tahun 2016, secara persentase, kontribusi tersebut mengalami penurunan. Sebab, pada tahun 2016, penyaluran pinjaman memberikan kontribusi sebesar 76,10%, atau sebesar Rp745,74 miliar, dari pendapatan Perseroan sebesar Rp979,89 miliar.

Sejalan dengan kinerja Perseroan yang kian membaik, pada tahun 2017, SMF membukukan pendapatan sebesar Rp1.178,92 miliar, tumbuh 20,31% dibanding tahun 2016 sebesar Rp979,89 miliar. Laba bersih tercatat sebesar Rp397,42 miliar, meningkat 25,26% dibanding tahun 2016 sebesar Rp317,28 miliar. Sedangkan aset meningkat 19,36% dari Rp13,12 triliun pada tahun 2016 menjadi Rp15,66 triliun pada tahun 2017.

KINERJA SOSIAL

Pencapaian kinerja SMF yang membanggakan tak lepas dari keberadaan karyawan yang mumpuni, kompeten di bidangnya, dan berdedikasi tinggi. Sebagai salah satu aset terpenting, Perseroan berupaya semaksimal mungkin untuk mengembangkan kapasitas dan kompetensi karyawan melalui berbagai pendidikan dan pelatihan.

Selama tahun 2017, terdapat 53 sesi pelatihan yang diikuti oleh 18 peserta dengan jumlah hari pelatihan 1 sampai dengan 3 hari per pelatihan. Di samping pelatihan, Perseroan memberikan beasiswa untuk meningkatkan jenjang pendidikan formal melalui program beasiswa S2 yang saat ini diikuti oleh 6 orang karyawan. Total biaya pelatihan karyawan termasuk program beasiswa S2 pada tahun 2017 adalah sebesar Rp 2.151.000.000., meningkat 148,84% dibanding tahun 2016 sebesar Rp864.403.647.

Selain memberi perhatian soal pengembangan diri, SMF juga berkomitmen untuk memberikan perlindungan kepada seluruh karyawan dengan menyelenggarakan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Upaya tersebut menjadi salah satu fokus Perseroan karena kami meyakini bahwa terpenuhinya K3 akan sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas kerja. Oleh karena itu, Perseroan berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan angka kecelakaan kerja nol atau zero accident.

Dengan berbagai upaya dan kesungguhan yang dilakukan oleh SMF, selama tahun pelaporan, kami tidak menerima laporan berkaitan dengan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja. Pencapaian ini tentu sangat patut disyukuri.

Sebagai korporasi yang bertanggungjawab dan berorientasi keberlanjutan, selain terus melakukan perbaikan ke dalam, SMF juga berkomitmen untuk turut serta dalam meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat. Komitmen itu selaras dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang di dalamnya mengatur ketentuan tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan.

Perseroan melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan melalui Program Tanggung jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR), yang kegiatannya diwujudkan melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL), setiap awal tahun SMF menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (RKA PKBL) untuk disetujui oleh RUPS. Pada tahun 2017, anggaran PKBL yang seluruhnya dialokasikan untuk Program BL sebesar Rp1,5 miliar, naik 50% dibanding tahun 2016 sebesar Rp1 miliar. Dana sebesar itu dialokasikan untuk masing-masing sektor sebagai berikut:

x

KINERJA LINGKUNGAN

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pembiayaan perumahan sekunder, operasional SMF tidak berdampak langsung pada kerusakan lingkungan. Walau demikian, Perseroan berupaya semaksimal mungkin untuk berpartisipasi dalam gerakan penyelamatan bumi dari kerusakan, yang lazim disebut sebagai Go Green. Kami percaya bahwa penyelamatan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk korporasi seperti SMF. Lebih dari itu, Perseroan menyadari bahwa usaha-usaha pelestarian lingkungan tidak harus dilakukan dengan cara yang besar, rumit dan mahal, tetapi juga dengan melakukan hal-hal kecil dan sederhana.

Upaya yang bisa dilakukan SMF, antara lain, menghemat penggunaan kertas dan pensil, memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya (organik dan anorganik), memanfaatkan barang-barang hasil daur ulang, menghemat penggunaan listrik, air, dan bahan bakar minyak (BBM), serta menanam dan merawat pohon di sekitar lingkungan.

Untuk penghematan air misalnya, SMF menekankan pentingnya penggunaan air secara bijaksana dan efisien. Apalagi, untuk mendapatkan air bersih di Ibukota semakinsulit. Selain dengan himbauan, Perseroan juga melakukan pengecekan jaringan pipa, dan memperbaiki bila ada yang rusak atau bocor. Upaya penghematan lain adalah mematikan stop kran setelah jam kerja, serta memanfaatkan air tampungan untuk kegiatan rutin, seperti menyirami tanaman.

Upaya penghematan tersebut membawa hasil dengan berkurangnya konsumsi air di Perseroan. Jika pada tahun 2016, penggunaan air mencapai 480 meter kubik, maka pada tahun 2017 turun menjadi 478 meter kubik. Penghematan semakin terasa jika dihitung rasio pengguaan air per karyawan. Pada tahun 2016, rasio penggunaan air adalah 9,05 meter kubik per karyawan, kemudian turun menjadi 7,71 meter kubik pada tahun 2017.

PENUTUP

Pencapaian kinerja SMF yang membanggakan pada tahun 2017 merupakan hasil kerja kolektif. Untuk itu, kepada para pemegang saham, Dewan Komisaris, dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung kegiatan usaha Perseroan, atas nama Direksi, kami mengucapkan terima kasih. Ungkapan yang sama kami sampaikan kepada seluruh karyawan yang telah bekerja keras dan berdedikasi tinggi untuk mencapai target-target yang ditetapkan Perseroan.

Kami berharap, dukungan, kerjasama dan kepercayaan tersebut terus terjalin pada tahun-tahun mendatang. Di tengah perkembangan ekonomi Indonesia yang kian membaik, dengan dukungan dan kerjasama serupa itu, kami optimistis akan bisa membukukan kinerja yang lebih cemerlang sehingga bisa lebih berkontribusi bagi upaya pemenuhan kebutuhan perumahan di Indonesia.

 Jakarta, April 2018

Atas nama Direksi

 

Ananta Wiyogo
Direktur Utama

11
SMF
Laporan Berkelanjutan 2017